Askep Ca LARING

BAB II

PEMBAHASAN

A.Pengertian

Kanker Laring adalah keganasan pada pita suara, kotak suara (laring) atau daerah lainnya di tenggorokan.

Secara anatomi kanker laring dibagi atas tiga bagian yaitu supra glotik, kanker pada plika ventrikularis, aritenoid, epiglotis dan sinus piriformis (Glotis : kanker pada korda vokalis , Subglotis : kanker dibawah korda vokalis).

Laring atau organ suara adalah struktur epitel kartilago yang menghubungkan laring dan trakea. Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi. Laring juga melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batuk. Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas:

a.       Epiglottis daun katub kartilago yang menutupi ostium kea rah laring selama menelan.

b.      Glottis, ostium antara pita suara dalam laring.

c.       Kartilago tiroid, kartilago terbesar pada trakea, sebagian dari ini membentuk jakun.

d.      Kartilago trikoid, satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring

e.       Kartilago aritenoid, digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid.

f.       Pita Suara, ligament yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara, pita suara melekat pada lumen laring.

Karisoma laring merupakan tumor ganas ketiga menurut jumlah tumor ganas di bidang THT dan lebih banyak terjadi pada pria berusia 50-70 tahun. Yang tersering adalah jenis karsinoma sel skuamosa

Tahapan kanker laring

Tahap kanker menjelaskan seberapa jauh ia telah tumbuh dan apakah telah menyebar. Hal ini penting karena dokter ketika memutuskan mengambil pengobatan. Ada beberapa cara yang berbeda stadium kanker.Dua cara utama adalah sistem TNM dan sistem nomor.

Tahap TNM

‘           TNM’ singkatan Tumor, Node, dan Metastasis. Sistem ini menggambarkan ukuran tumor primer (T), apakah kelenjar getah bening memiliki sel kanker pada mereka (N), dan apakah kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh (M).

Jumlah tahap kanker laring

            Ada empat tahap utama dalam sistem ini – tahap 1 sampai 4. Tahap 0 adalah tahap awal dan tahap 4 yang paling maju

Nilai dari kanker memberitahu Anda berapa banyak sel-sel kanker tampak seperti sel-sel normal di bawah mikroskop. Ada 3 tingkatan kanker laring. Kelas 1 disebut kelas rendah, kelas 3 dan 2  adalah kelas penengah, dan kelas 4 adalah kelas tinggi. kanker grade rendah biasanya lebih lambat untuk tumbuh dan kecil kemungkinannya untuk menyebar dari kanker kelas tinggi.

B.Klasifikasi

Tergantung keadaan kanker (T), pembesaran kelenjar regional ( N ), dan metastasis jauh ( M ).

Stadium : I : T1 No Mo

II : T2 No Mo

III : T3 No Mo, T2 N1 Mo, T3 N1 Mo

Ada 4 tahap ‘T’ utama kanker laring

  • T1 berarti tumor hanya satu bagian dari laring dan pita suara mampu bergerak dengan normal
  • T2 berarti tumor telah tumbuh menjadi bagian lain dari laring. Pita suara mungkin atau mungkin tidak akan terpengaruh
  • T3 berarti tumor seluruh laring tetapi belum menyebar lebih jauh dari penutup laring.
  • T4 berarti tumor telah berkembang menjadi jaringan tubuh luar laring. Ini mungkin telah menyebar ke tiroid, pipa udara (trakea) atau pipa makanan (esofagus)

Ada 4 tahap simpul utama kanker getah bening di laring, tetapi N2 dibagi menjadi N2a, N2b dan N2c. Poin penting di sini adalah apakah ada kanker di salah satu node dan jika demikian, ukuran dari node dan yang sisi leher itu ada di.

ü  N0 berarti ada kelenjar getah bening tidak mengandung sel-sel kanker

ü  N1 berarti ada sel-sel kanker dalam satu node getah bening pada sisi yang sama dari leher sebagai kanker, tetapi node kurang dari 3cm

ü  N2a berarti ada kanker pada satu node getah bening pada sisi yang sama dari leher dan itu adalah antara 3cm dan 6 cm

ü  N2b berarti ada kanker di lebih dari satu node getah bening, tetapi tidak ada lebih dari 6cm di seluruh. Semua node harus berada di sisi yang sama dari leher sebagai kanker

ü  N2c berarti ada kanker pada kelenjar getah bening di sisi lain dari leher dari tumor, atau pada kelenjar di kedua sisi leher, tetapi tidak ada yang lebih dari 6 cm

ü  N3 berarti bahwa paling tidak satu kelenjar getah bening yang mengandung kanker lebih besar dari 6 cm di

TNM’ singkatan Tumor, Node, dan Metastasis. Sistem ini menggambarkan

  • Ukuran tumor primer (T)
  • Apakah kelenjar getah bening memiliki sel kanker pada mereka (N)
  •  Apakah kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh (M)

C.Etiologi

Belum diketahui secara pasti, adapun faktor predisposisi yang dapat menyebabkan Ca. laring adalah :

ü  Rokok

ü   Alkohol

ü  Terpapar oleh sinar radioaktif

ü  Infeksi kronis (Herves simpleks

D.Patifisiologi

Kanker laring banyak dijumpai pada usia lanjut diatas 40 tahun. Kebanyakan pada orang laki-laki. Hal ini mungkin berkaitan dengan kebiasaan merokok, bekerja dengan debu serbuk kayu, kimia toksik atau serbuk, logam berat. Bagaimana terjadinya belum diketahui secara pasti oleh para ahli. Kanker kepala dan leher menyebabkan 5,5% dari semua penyakit keganasan. Terutama neoplasma laringeal 95% adalah karsinoma sel skuamosa. Bila kanker terbatas pada pita suara (intrinsik) menyebar dengan lambat. Pita suara miskin akan pembuluh limfe sehingga tidak terjadi metastase kearah kelenjar limfe. Bila kanker melibatkan epiglotis (ekstrinsik) metastase lebih umum terjadi. Kanker supraglotis dan subglotis harus cukup besar, sebelum mengenai pita suara sehingga mengakibatkan suara serak. Kanker pita suara yang sejati terjadi lebih dini biasanya pada waktu pita suara masih dapat digerakan.

 E.WOC

Faktor predisposisi

(alkohol, rokok, radiasi)

proliferasi sel laring

Diferensiasi buruk sel laring

Ca. Laring

 
   

 

Metastase supraglotik

Obstruksi lumen oesophagus

Disfagia progresif

Intake <

BB ↓

Gangg. Pemenuhan nutrisi

Plica vocalis

Suara parau

Afonia

Gangg. Komunikasi verbal

Menekan/ mengiritasi serabut syaraf

Nyeri dipersepsikan

Gangg. Rasa nyaman : nyeri

 

stridor

Obstruksi jalan napas

Mengiritasi sel laring

Infeksi

Akumulasi sekret

Bersihan jalan napas tak efektif

 

F.Manisfestasi klinis

ü  Nyeri tenggorok

ü   Sulit menelan

ü  Suara Serak

ü  Hemoptisis dan batuk

ü  Sesak nafas

ü  Berat Badan turun

 

G. Pemeriksaan Penunjang

  • Laringoskop

Untuk menilai lokasi tumor, penyebaran tumor.

  • Foto thoraks

Untuk menilai keadaan paru, ada atau tidaknya proses spesifik dan metastasis di paru.

  • CT-Scan

Memperlihatkan keadaan tumor/penjalaran tumor pada tulang rawan tiroid dan daerah pre-epiglotis serta metastasis kelenjar getah bening leher.

  • Biopsi laring

Untuk pemeriksaan patologi anatomik dan dari hasil patologi anatomik yang terbanyak adalah karsinoma sel skuamosa

H.Penatalaksanaan

ü  Stadium I dikirim untuk radiasi, stadium 2 dan 3 untuk operasi dan stadium 4 operasi dengan rekonstruksi atau radiasi

 

  • Terapi Radiasi

Pada pasien yang hanya mengalami satu pita suara yang sakit dan mormalnya dapat digerakkan. Terapi radiasi juga dapat digunakan secara proferatif untuk mengurangi ukuran tumor.

  • Operasi : Laringektomi
  •  Laringektomi Parsial: direkomendasikan pada kanker area glottis tahap dini ketika hanya satu pita suara yang terkena.
  • Leringektomi Supraglotis: digunakan untuk tumor supraglotis.
  • Laringektomi hemivertikal: dilakukan jika tumor meluas diluar pita suara, tetapi perluasan tersebut kurang dari 1 cm dan terbatas pada area subglotis.
  • Laringektomi Total : dilakukan ketika tumor meluas diluar pita suara.
  • Pemakaian Sitostatika belum memuaskan,biasanya jadwal pemberian sitostatika tidak sampai selesai karena keadaan umum memburuk.
  • Rehabilitasi khusus (voice rehabilitation), agar pasien dapat berbicara/ bersuara sehingga dapat berkomunikasi secara verbal.Rehabilitasi suara dapat dilakukan dengan pertolongan alat bantu suara yakni semacam vibrator yang ditempelkan di daerah sub mandibula, ataupun dengan suara yang dihasilkan dari esofagus (esophangeal speech) melalui proses belajar

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

ASKEP TEORITIS

 

 

A. Pengkajian

a.    Identitas Diri

Identitas yang harus diketahui perawat meliputi nama, umur, jenis kelamin, alamat, kepercayaan, status pendidikan dan pekerjaan klien.

b.    Identitas Penaggung jawab

Identitas yang harus diketahui perawat meliputi nama, umur, jenis kelamin, alamat, kepercayaan, status pendidikan dan pekerjaan penanggung jawab dan hubungan dengan klien.

c.    Keluhan Utama

Keluhan utama pada klien ca. Laring meliputi nyeri tenggorok. sulit menelan,sulit bernapas,suara serak,hemoptisis dan batuk ,penurunan berat badan, nyeri tenggorok, lemah.

d.   Riwayat Penyakit Sekarang

Biasanya suara serak adalah hal yang akan Nampak pada pasien dengan kanker pada daerah glottis, pasien mungkin mengeluhkan nyeri dan rasa terbakar pada tenggorokan, suatu gumpalan mungkin teraba di belakang leher. Gejala lanjut meiputi disfagia, dispnoe, penurunan berat badan.

e.    Riwayat Penyakit Dahulu

–       Tanyakan apakah klien pernah mengalami infeksi kronis

–        Tanyakan pola hidup klien (merokok, minum alkohol)

f.     Riwayat Penyakit Keluarga

Tanyakan pada klien apakah ada keluarga yang pernah mengalami penyakit yang sama. Atau adakah keluarga yang meninggal akibat penyakit ini

g.    Pemeriksaan Fisik

a)      Kepala:

  • Rambut:
  • Mata
  • Hidung
  • Mulut

b)      Leher

Adanya benjolan di leher

Asimetri leher

Nyeri tekan pada leher

Adanya pembesaran kelenjar limfe

 dipsnoe

 sakit tenggorokan

 suara tidak ada

c)      Dada:

d)     Abdomen

 

 

1.    System pencernaan

Adanya Kesulitan menelan.

Tanda : Kesulitan menelan, mudah tersedak, sakit menelan, sakit tenggorok yang menetap.Bengkak, luka. Inflamasi atau drainase oral, kebersihan gigi buruk. Pembengkakan lidah dan gangguan reflek.

2.      Neurosensori

Gejala : Diplopia (penglihatan ganda), ketulian.

Tanda : Hemiparesis wajah (keterlibatan parotid dan submandibular). Parau menetap atau kehilangan suara (gejala dominan dan dini kanker laring intrinsik). Kesulitan menelan. Kerusakan membran mukosa.

3.      System  Pernapasan

-Adanya benjolan di leher

-Asimetri leher

-Nyeri tekan pada leher

-Adanya pembesaran kelenjar limfe

– dipsnoe

– sakit tenggorokan

– suara tidak ada

4.Pemeriksaan Penunjang

ü  Laringoskop

Untuk menilai lokasi tumor, penyebaran tumor.

ü   Foto thoraks

Untuk menilai keadaan paru, ada atau tidaknya proses spesifik dan metastasis di paru.

ü  CT-Scan

Memperlihatkan keadaan tumor/penjalaran tumor pada tulang rawan tiroid dan daerah pre-epiglotis serta metastasis kelenjar getah bening leher.

ü  Biopsi laring

Untuk pemeriksaan patologi anatomik dan dari hasil patologi anatomik yang terbanyak adalah karsinoma sel skuamosa

 

 B. Diagnosa Keperawatan yang mungkin timbul

  1. a.       Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan pengangkatan sebagian atau seluruh glotis, gangguan kemampuan untuk bernapas, batuk dan menelan, serta sekresi banyak dan kental.
  2. b.      Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan defisit anatomi (pengangkatan batang suara).
  3. Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan penekanan serabut syaraf oleh sel-sel tumor
  4. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan saluran pencernaan.(disfagia)
  5.  Gangguan citra diri berhubungan dengan kehilangan suara,perubahan anatomi wajah dan leher.

 

C.  Rencana keperawatan

Diagnosa 1
Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan pengangkatan sebagian atau seluruh glotis, gangguan kemampuan untuk bernapas, batuk dan menelan, serta sekresi banyak dan kental

.

Tujuan dan criteria hasil

INTERVENSI

RASIONAL

Tujuan: jalan  nafas kembali normal

 

Kriteria hasil :

–      Pola napas klien efekti

Memperlihatkan  kepatenan jalan napas dengan bunyi napas bersih/jelas

–          Kaji frekuensi/kedalaman pernapasan catat kemudahan bernafas. Auskultasi bunyi napas. Selidiki kegelisahan,dispea, terjadinya sianosis.

 

–          Awasi pasien untuk posisi yang  nyaman, misal : peninggian kepala tempat tidur 30-450.

 

 

 

 

 

 

 

-Bimbing pasien untuk nafas dalam dan batuk efekt.

 

 

 

Kolaborasi :

–         berikan ekspektoran, atau analgesik sesuai indikasi

 

 

 

 

 

–          Awasi AGD

 

 

 

 

–          Kolaborasi untuk therapi pembedahan.

–          Perubahan  pada  pernafasan, penggunaan  otot aksesori pernafasan dan atau adanya ronkhi/mengi diduga ada retensi sekret.

 

 

 

–          Peninggian kepala tempat tidur mempermudah fungsi pernafasan dengan menggunakan gravitasi, namun pasien dengan infiltrasi tumor ke trakhea akan mencari posisi yang mudah untuk bernafas.

 

 

 

–          Memobilisasi sekret untuk membersihkan jalan napas dan membantu mencegah komplikasi pernafasan.

 

 

–       untuk memperbaiki aliran udara. Ekspektoran meningkatkan produksi mukosa untuk mengencerkan dan menurunkan viskositas sekret, memudahkan pembuangan.

–          Pengumpulan sekret/adanya atelektasis dapat menyebabkan pneumonia yang memerlukan terapi lebih lanjut.

–          Menentukan intervensi yang lebih spesifik.

 

Diagnosa 2:.

Gangguan komunikasi verbal b/d defisit anatomi (pengangkatan batang suara).

 

Tujuan dan criteria hasil

INTERVENSI

RASIONALISASI

Kriteria hasil : pasien/klien mampu mengkomunikasikan kebutuhannya dengan baik.

Kaji kemampuan baca klien.

 

 

Anjurkan penggunaan komunikasi meliputi kertas dan pensil, papan gambar, papan tulis, alat papan komunikasi elektrik atau alat lainnya yang mendukung.

–   Bantu pasien dengan latihan untuk meningkatkan kualitas suara, nada, dan volume suara.

–     Letakkan bel dalam jangkauan klien setiap saat.

 

–     

Kolaborasi dengan rehabilitasi suara (voice rehabilitation)

Untuk membuat Perencanaan dan terciptanya cara-cara komunikasi yang baik dan sesuai.

–     Mengembangkan dan meningkatkan komunikasi.

 

 

 

Meningkatkan fonasi yang terpengaruh pada pasien dengan ca.laring.

Memberikan metode untuk memanggil dan meminta pertolongan jika diperlukan.

 

 Memberika therapi berbicara/ bersuara sehingga dapat berkomunikasi secara verbal.

 

Diagnosa keperawatan 3

 Gangguan rasa nyaman : nyeri b/d penekanan serabut syaraf oleh sel-sel tumor

Kriteria hasil : melaporkan pengurangan nyeri

TUJUAN DAN KRITERIA HASIL

INTERVENSI

RASIONAL

Tujuan: Kebutuhn rasa nyaman ternuhi

Kriteria hasil:

–  Rasa nyeri bisa teratasi

–   Tentukan riwayat nyeri, misal : lokasi nyeri, frekuensi, durasi dan intensitas (skala 1-10) dan tindakan penghilangan yang digunakan.

 

Berikan tindakan kenyamanan dasar,misal : reposisi dan aktivitas hiburan.

Bimbing pasien dalam penggunaan keterampilan manajemen nyeri (misal : teknik relaksasi) tertawa, musik dan sentuhan teraupetik.

Kembangkan rencana manajemen nyeri dengan pasien dan dokter.

 

 

 

 

–   Kolaborasi untuk pemberian analgetik. (mis. Morfin, metadon atau campuran narkotik intravena khusus).

–    Informasikan memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan/keefektifan intervensi. Catatan : pengalaman nyeri adalah individu atau digabungkan dengan baik respon fisik dan emosional. Meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatian.

–          Memungkinkan pasien untuk berpartisipasi secara aktif dan meningkatkan.

 

–    

Rencana terorganisir mengembangkan kesempatan untuk kontrol nyeri terutama nyeri kronis, pasien atau orang terdekat harus aktif menjadi partisipasi dalam manajemen nyeri.

 

–          Nyeri adalah komplikasi sering dari kanker, meskipun respon individual berbeda-beda. Catatan : adiksi/ketergantungan obat bukan masalah.

 

Diagnosa keperawatan 4:

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan saluran pencernaan.(disfagia)..

Tujuan dan kriteria hasil

Inrvensi

Rasional

Tujuan : klien akan mempertahankan kebutuhan nutrisi yang tidak adekuat

Kriteria hasil : Membuat pilihan diit untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam situasi individu, menunjukkan peningkatan BB dan penyembuhan jaringan atau insisi sesuai waktunya.

 

–   Timbang BB dan porsi makan.

–   Pantau masukan makanan setap hari

–   Identifikasi pasien yang mengalami mual/ muntah yang diantisipasi

 

–   Berikan diet nutrisi seimbang (misalnya semikental atau makanan halus) atau makanan selang (contoh makanan dihancurkan atau sediaan yang dijual) sesuai indikasi.

–   Kolaborasi :

 

–   berikan obat-obatan sesuai indikasi. Fenotiazin, mis : Proklorperazin (compazine), tietilperazin (Torecan), anti dopaminergik mis ; metoklorpiamid (regian), dll.

 

 

 

–   Kolaborasi dengan dokter untuk pemasangan NGT atau infus

–       Untuk mengetahui Berat badan pasien.

–       Mengidentifikasi kekuatan /defisiensi nutrisi

–       Mual /muntah psikogenik sebelum kemoterapi mulai secara umum tidak berespons terhadap obat anti emetic.

 

–       macam-macam jenis makanan dapat dibuat untuk tambahan atau batasan faktor tertentu, seperti lemak dan gula atau memberikan makanan yang disediakan pasien.

 

 

 

 

–       Kebanyakan anti emetik bekerja untuk mempengaruhi stimulasi pusat muntah sejati dan kemoreseptor mentriger agen zona juga bertindak secara perifer untuk menghambat peristaltik balik

 

 

–       Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi klien

 

Diagnosa 5:

Gangguan citra diri berhubungan dengan kehilangan suara,perubahan anatomi wajah dan leher.

Tujuan dan Kriteria Hasil

Intervensi

Rasional

Tujuan : Mengidentifikasi perasaan dan metode koping untuk persepsi negatif pada diri sendiri.

Kriteria hasil : menunjukkan adaptasi awal terhadap perubahan tubuh sebagai bukti dengan partisipasi aktivitas perawatan diri dan dapat  berinteraksi positip dengan orang lain.

1.   Berikan kesempatan pada klien untuk mengekspresikan kecemasannya.

2.   Diskusikan arti kehilangan atau perubahan dengan pasien, identifikasi persepsi situasi atau harapan yang akan datang.

3.    Catat reaksi emosi, contoh kehilangan, depresi, marah.

 

4.   Libatkan orang-orang terdekat seperti orang tua,teman,untuk memberikan support pada klien.

5.   Pendekatan spiritual sesuai dengan agama yang dianut klien.

1.  Untuk mengungkapkan perasaan klien dan mengurangi kecemasan

2.  Agar klien dapat menerima kenyataan

 

 

3.  Untuk mngetahui perubahan emosi klien.

 

4.  Untuk memotivasi klien dan mengurangi kecemasan klien.

 

5.  Untuk meningkatkan keyakinan pada klien bahwa tuhan akan menyembuhkan

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1V

PENUTUPAN

A.kesimpulan

Kanker Laring adalah keganasan pada pita suara, kotak suara (laring) atau daerah lainnya di tenggorokan.

Secara anatomi kanker laring dibagi atas tiga bagian yaitu supra glotik, kanker pada plika ventrikularis, aritenoid, epiglotis dan sinus piriformis (Glotis : kanker pada korda vokalis , Subglotis : kanker dibawah korda vokalis).

Belum diketahui secara pasti, adapun faktor predisposisi yang dapat menyebabkan Ca. laring adalah Rokok,Alkohol,Terpapar oleh sinar radioaktif,Infeksi kronis (Herves simpleks)

Gejalanya suara serak adalah hal yang akan Nampak pada pasien dengan kanker pada daerah glottis, pasien mungkin mengeluhkan nyeri dan rasa terbakar pada tenggorokan, suatu gumpalan mungkin teraba di belakang leher. Gejala lanjut meiputi disfagia, dispnoe, penurunan berat badan.

Asuhan Keperawatan pada hakekatnya adalah suatu ilmu atau metode untuk menentukan suatu diagnosa, merencanakan keperawatan, menginterpretasi respon manusia terhadap masalah kesehatan baik actual maupun potensial untuk memenuhi kebutuhan dasar yang mencakup bio, psiko, social dan spiritual.

B.Saran

Dengan adanya Askep ini dapat menjadi pedoman bagi pembaca,dalam melakukan asuhan keperawtan pasien dengan Ca laring,selain itu diharapkan mampu mencegah terjadinya Ca laring.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Carpenito, Lynda Juall (2000), Buku Saku Diagnosa Keperawatan . Jakarta : EGC
  2. Doengoes, Marilynn E (1999). Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Jakarta : EGC
  3. -. (2005). Panduan Diagnosa Keperawatan NANDA 2005-2006. Prima Medika
  4. Mansjoer, et all. (2001). Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : EGC
  5. Sjamsuhidajat ; R & Jong, W.D. (1997). Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta ; EGC
  6. Smeltzer, Suzanne & Bare, B E. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Brunner & Suddarth, ed. 8. Jakarta ; EGC

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s